Cheverly Amalia Bawa Film "Blackout Experiment" ke 14 Festival Film Mancanegara

Kompas.com - 02/04/2016, 15:57 WIB
EditorIrfan Maullana


LOS ANGELES, KOMPAS.com -- "My name is Dr Kusuma. And this is my experiment." Itulah dialog yang dilontarkan oleh aktris asal Indonesia, Cheverly Amalia.

Dia membintangi film Blackout Experiment yang belum lama ini berhasil terpilih menjadi salah satu film resmi yang diputar di ajang Hollywood Reel Independent Festival (HRIFF) di Laemmle Music Hall, di Los Angeles, California, bersamaan dengan film 'F for Franco' yang dibintangi oleh aktor James Franco.

Selain diramaikan oleh warga Indonesia dan juga warga lokal AS setempat, hadir di acara tersebut aktris Sarah Azhari yang tengah berada di Los Angeles. Ia turut memuji hasil karya Cheverly Amalia.

"Saya di sini men-support film Cheverly Amalia, 'Blackout Experiment' dan ikut bangga karena filmnya bisa masuk ke HRIFF. Selamat buat Cheverly dan sukses," ujar Sarah Azhari saat ditemui VOA Indonesia di acara tersebut.

Film bertema thriller psikologis ini bercerita tentang enam orang asing yang disekap dalam sebuah ruangan untuk dijadikan kelinci percobaan mental dari Dr Kusuma.

Film ini disutradarai oleh John David Moffat yang juga pernah terlibat dalam penggarapan film "Drive" yang dibintangi oleh Ryan Gosling. Selain menjadi aktris, Cheverly yang akrab disapa Chevy ini juga berperan sebagai produser eksekutif.

Usai sekolah di New York Film Academy di New York dan di Los Angeles, Cheverly bertemu dengan produser Kristifor Cvijetic dan mulai membangun ide untuk menggarap film. Awalnya, Cheverly sama sekali tidak berniat untuk tampil. Namun, atas bujukan dari sang sutradara, akhirnya ia setuju untuk ikut bermain di film ini.

"Sutradaranya senang banget sama how I look. Katanya wajahku sudah cukup dingin. Jadi ya sudah, Chevy terima walau pun sebenarnya waktu itu deg-degan banget sih, soalnya bahasanya kan bahasa Inggris," papar perempuan yang menetap di AS sejak tahun 2013 ini.

Cerita film Blackout Experiment ini sebenarnya sudah ditulis oleh penulis skenario asal AS, Ryan Graff sekitar empat tahun lalu. Beberapa bagian kemudian diubah sesuai dengan keinginan tim produksi.

"Jadi waktu kami bikin film ini yang paling lama sebenarnya bukan casting-nya atau shooting-nya, tapi justru rewrite script-nya," jelas perempuan yang sudah berkarier di dunia hiburan di Indonesia sejak tahun 1995 ini.

Halaman:
 
Pilihan Untukmu


Video Pilihan

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.