"Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak" Dipuji di Cannes

Kompas.com - 25/05/2017, 10:24 WIB
Mouly Surya diwawancara sesudah konferensi pers film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017) sore. KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGMouly Surya diwawancara sesudah konferensi pers film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak di Plaza Indonesia XXI, Jakarta Pusat, Jumat (12/5/2017) sore.
EditorAti Kamil

CANNES, KOMPAS.com -- Film Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak, yang disutradarai oleh Mouly Surya, mendapat pujian dan menarik perhatian kalangan perfilman internasional di Cannes, Perancis.

Film tersebut diputar perdana di Theatre Croisette, JW Marriot, Cannes, pada Rabu (24/5/2017) siang waktu setempat, dalam Directors' Fortnight, yang diselenggarakan secara lepas tetapi paralel dengan Festival Film Cannes.

Film yang berkisah tentang Marlina (Marsha Timothy), seorang janda yang memenggal kepala seorang perampok yang telah menyatroni rumahnya dan melakukan perjalanan panjang membawa kepala tersebut ke kantor polisi.

Film tersebut, yang berlatar Sumba, Nusa Tenggara Timur, merupakan film terbaru Mouly dan menjadi satu-satunya film panjang dari Asia Tenggara yang terseleksi untuk diputar di Festival Film Cannes 2017.

Baca juga: Marlina Si Pembunuh dalam Empat Babak Lolos Tayang di Cannes 2017

Film itu terdiri dari empat babak: bagian pertama disebut perampokan, bagian kedua perjalanan, bagian ketiga pengakuan, dan bagian keempat kelahiran.

Mouly bangga dan bahagia atas sambutan positif kalangan perfilman internasional di Cannes.

"Bangga sih film saya bisa masuk dan diputar perdana di festival film Cannes," ujar Mouly, yang banyak tertawa dan tersenyum atas keberhasilannya membuat film yang berbeda dengan film-film Indonesia pada umumnya.

Marlina merupakan film Indonesia pertama yang lolos seleksi dalam rangkaian Festival Film Cannes selama 12 tahun terakhir, setelah Tjoet Nja Dhien pada pada 1988 dalam bagian Semaine de la Critique, Daun di Atas Bantal pada 1998 dalam bagian Un Certain Regard, dan Serambi pada 2006 dalam bagian Un Certain Regard.

Directors Fortnight, yang diselenggarakan secara lepas tetapi paralel dengan Festival Film Cannes oleh Asosiasi Sutradara Film Perancis sejak 1969, telah menemukan dan mengorbitkan banyak sutradara yang kemudian menjadi besar.

Mereka, antara lain, Werner Herzog, George Lucas, Martin Scorsese, Jim Jarmush, Michael Haneke, Spike Lee, dan Sofia Coppola.

Halaman:


Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Coming Home with Leila Chudori: Buku, Film, dan Kecemasan Pembaca

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X