Riri Riza Jelaskan Proses Film Posesif Jadi Nomine FFI 2017

Kompas.com - 24/10/2017, 19:16 WIB
Riri Riza diwawancara usai menghadiri diskusi soal penjurian Festival Film Indonesia 2017 di CGV Cinema Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017). KOMPAS.com/ANDI MUTTYA KETENGRiri Riza diwawancara usai menghadiri diskusi soal penjurian Festival Film Indonesia 2017 di CGV Cinema Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).
|
EditorAti Kamil

JAKARTA, KOMPAS.com -- Film Posesif masuk nominasi Festival Film Indonesia (FFI) 2017. Hal itu menimbulkan polemik, karena dianggap menyalahi salah satu syarat bagi para peserta FFI 2017.

Merujuk ke syarat itu, sebuah film boleh masuk seleksi FFI 2017 jika sudah diputar di gedung-gedung bioskop dalam negeri secara komersial dalam kurun waktu Oktober 2016 hingga September 2017.

Padahal, film Posesif baru akan dipertontonkan di gedung-gedung bioskop Indonesia mulai 26 Oktober 2017.

Baca juga: Belum Tayang di Bioskop, Film Posesif Masuk Nominasi FFI 2017

Ketua Bidang Penjurian FFI 2017, Riri Riza, membeberkan proses film Posesif menjadi nomine FFI 2017.

"(Pihak pembuat film) Posesif sebenarnya menulis sebuah surat kepada Panitia FFI," kata Riri dalam diskusi tentang penjurian FFI 2017 di CGV Grand Indonesia, Jakarta Pusat, Selasa (24/10/2017).

Lewat surat itu, pihak tersebut memberi tahu Panitia FFI 2017 bahwa Posesif sudah memiliki jadwal pemutaran di beberapa gedung bioskop mikro sebelum diputar di gedung-gedung bioskop dalam negeri secara komersial mulai 26 Oktober 2017.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Pada 22, 23, dan 24 September 2017, Posesif, yang dibintangi Adipati Dolken dan Putri Mirano, telah dipertontonkan di Kinosaurus, Kineforum, dan Cine Space.

"Dengan berbagai pertimbangan, kami menerima itu. Jadi, Posesif melakukan pemutarannya sendiri," lanjut Riri.

Baca juga: Posesif, Drama Cinta Remaja yang Digarap Serius

Di samping itu, terjadi pula diskusi dan negosiasi antara pihak pembuat Posesif dengan Lembaga Sensor Film (LSF) mengenai rating film tersebut.

"Apakah FFI melakukan pengecekan, mana surat tanda lulus sensornya (STLS), sebenarnya tidak. Tetapi, komunikasi tentang sensor itu ada," sambungnya.

Halaman:


Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.