Bekraf Berterima Kasih pada Efek Rumah Kaca

Kompas.com - 13/03/2018, 10:42 WIB
Efek Rumah Kaca saat tampil pada acara Synchronize Festival 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (06/10/2017). Acara musik ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu 8 Oktober. KOMPAS.com / ANDREAS LUKAS ALTOBELIEfek Rumah Kaca saat tampil pada acara Synchronize Festival 2017 di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat (06/10/2017). Acara musik ini akan berlangsung selama tiga hari hingga Minggu 8 Oktober.

JAKARTA, KOMPAS.com - Kepala Badan Ekonomi Kreatif ( Bekraf), Triawan Munaf, mengucapkan terima kasih kepada grup band Efek Rumah Kaca (ERK).

Karena dengan timbulnya polemik soal pendanaan keberangkatan ERK ke festival South by South West (SXSW) 2018, Bekraf terbuka matanya untuk memperbaiki komunikasi.

"Saya sangat terima kasih ke Efek Rumah Kaca. Ini membuka 'oh iya, harusnya komunikasi kami lebih dibuka'," ujar Triawan di kantor Bekraf, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Senin (12/3/2018).

Ia menjelaskan bahwa selama ini pihaknya menggunakan bantuan pihak ketiga, semacam tenaga ahli untuk acara internasional, sebagai penghubung komunikasi dengan ERK dan pelaku ekonomi kreatif lain.

Namun menurut Triawan, tak disangka di tengah jalan terjadi kesalahpahaman karena komunikasi yang kurang efektif antara Bekraf dan Efek Rumah Kaca.

"Ini memang kami terus terang jauh dari sempurna kemarin komunikasi kami. Kami harus komunikasi lebih baik lagi, terutama yang melibatkan pihak banyak seperti musik," ujar Triawan.

"Tenaga ahli itu dibutuhkan Bekraf karena ini kegiatan internasional. Kami perlu orang-orang Indonesia yang punya pengalaman dan terbiasa handling event internasional. Mekanisme ini selalu kami lakukan di berbagai kegiatan. Tapi sepenuhnya di bawah kontrol Bekraf," timpal Wakil Kepala Bekraf Ricky Pesik.

Triawan menambahkan, semestinya Bekraf tak cuma menyampaikan soal prosedur pendanaan untuk SXSW kepada ERK, tetapi juga memberikan kemungkinan atau opsi-opsi lain yang lebih baik. Namun, hal tesebut luput dilakukan.

"Mungkin yang harus kami perhatikan adalah mengekspansi undangan-undangan. Band tersebut supaya efektif, ayo masuk dari satu pintu, ajukan tur, kita pakai anggaran lain bukan anggaran ini karena ini anggaran kaku nih yang SXSW ini. Tergantung yang undang," ucap Triawan.

"Saya akui Bekraf kekurangan komunikasi. Tenaga ahli kami bisa ditambah, bisa diganti, bisa dikurangi. ini memang hutang kami untuk berkomunikasi dengan baik dan lebih lengkap ke depan. Apa yang terjadi pada Efek Rumah Kaca kemarin itu hikmah buat kami," ujarnya lagi.

Baca juga : Bekraf dan Efek Rumah Kaca Capai Kata Sepakat

Sebelumnya, ERK menyatakan mengundurkan diri karena mendapati kejanggalan pada harga tiket pesawat pergi-pulang Jakarta-Austin-Jakarta yang dipasang oleh agen travel yang ditunjuk oleh Bekraf.

ERK juga menyatakan bahwa mereka akan tetap berangkat ke SXSW dengan dana yang mereka cari sendiri.

Baca juga : Bekraf Akan Bertemu Efek Rumah Kaca untuk Selesaikan Masalah

Sementara, dari pihak Bekraf tidak dapat menyerahkan rincian anggaran tiket perjalanan lima delegasi ERK, yang nantinya digunakan untuk membeli lebih lima tiket. Hal itu bertentangan dengan aturan keuangan pemerintahan.

Bekraf menjelaskan bahwa masalah-masalah administrasi keuangan negara tidak sederhana yang dipikirkan oleh orang awam.

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X