Sambil Duduk di Kursi Roda, Waldjinah Sajikan Bengawan Solo - Kompas.com

Sambil Duduk di Kursi Roda, Waldjinah Sajikan Bengawan Solo

Kompas.com - 14/03/2018, 18:18 WIB
Penyanyi keroncong legendaris Waldjinah (kiri) menunjukkan penghargaan AMI Awards 2017 di rumahnya di Kampung Mangkuyudan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Senin (4/12/2017).KOMPAS.com/LABIB ZAMANI Penyanyi keroncong legendaris Waldjinah (kiri) menunjukkan penghargaan AMI Awards 2017 di rumahnya di Kampung Mangkuyudan, Kelurahan Purwosari, Kecamatan Laweyan, Solo, Senin (4/12/2017).

JAKARTA, KOMPAS.com -- "Bengawan Solo", lagu ciptaan mendiang Gesang, disajikan dengan merdu oleh penyanyi keroncong legendaris Waldjinah (72) dalam sebuah acara peluncuran alat musik berupa keyboard di Jakarta pada Selasa (13/3/2018).

Ari Mulyono, salah seorang dari empat anak Waldjinah, mengatakan bahwa kondisi kesehatan ibunya kini sudah membaik setelah menjalani terapi.

Ari menceritakan bahwa Waldjinah pernah hampir sembilan bulan tak bisa beranjak dari tempat tidur.

"Hampir sembilan bulan ndak turun dari tempat tidur dan, kalau dahar, asupannya itu cuma sedikit, cuma air sama susu," tutur Ari, yang menemani Waldjinah, hadir dalam acara di gedung Yamaha Music Center, Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, itu.

Baca juga: Kondisi Mulai Membaik, Waldjinah Ingin Segera Pulang ke Rumah

Ari mengatakan pula bahwa Waldjinah bisa kembali berkegiatan setelah menjalani sebuah terapi.

"Ya, baru satu tahun ini, setelah ada seorang terapist di daerah rela membantu, akhirnya ibu bisa dahar (makan) lagi, dulu kurus banget," paparnya.

Baca juga: Waldjinah: Jangan Takut Jadi Penyanyi Keroncong

Ari juga menjelaskan bahwa awalnya, pada 2012, Waldjinah menderita sakit pada pencernaannya.

"Awalnya memang dari pencernaan. Pertamanya begitu," ujarnya.

"Dulu pernah Ibu ke Jakarta, justru sakitnya awalnya pas Ibu masih di Jakarta. Ibu kalau di belakang (buang air besar) sampai berdarah. Akhirnya, dibawa pulang, saya jemput ke bandara, di bawa ke rumah sakit. HB (hemoglobin)-nya tinggal 4, setengah sadar. Tahun 2012," ujarnya.

"Dari itu diketahui penyakitnya di bagian pencernaan," sambungnya.

Baca juga: Waldjinah Ingin Ada Generasi Penerus Musik Keroncong

Ari mengatakan pula bahwa dalam kondisi sedang sakit Waldjinah manggung untuk terakhir kali pada 2013.

"Ibu tampil terakhir di panggung Oktober 2013 pada acara MURI (Museum Rekor Indonesia), pemecahan rekor MURI 1.000 lagu keroncong di Kodam Jawa tengah. Kebetulan Ibu (sudah menyanyikan) lagu yang keseribu, menyanyikan lagu 'Walang Kekek'. Setelah itu, November Ibu enggak mau dahar," lanjutnya.

Setelah menjalani terapi dan kondisi kesehatannya membaik, lanjut Ari, Waldjinah selama satu tahun belakangan sudah bisa berkegiatan lagi, meski dengan menggunakan kursi roda.



Close Ads X