Is Eks Payung Teduh Persiapkan Film tentang Pesisir

Kompas.com - 24/03/2018, 08:53 WIB
Mohammad Istiqamah Djamad, eks vokalis Payung Teduh, di sebuah warung kaki lima, Pulau Wangi-wangi, Wakatobi, Jumat (23/3/2018) malam. Kompas.com/Budi BaskoroMohammad Istiqamah Djamad, eks vokalis Payung Teduh, di sebuah warung kaki lima, Pulau Wangi-wangi, Wakatobi, Jumat (23/3/2018) malam.

WAKATOBI, KOMPAS.com - Penyanyi Mohammad Istiqamah Djamad, sedang mempersiapkan film musikal berjudul Sisir Kota Pesisir, yang pernah ia ungkapkan setelah mundur sebagai vokalis Payung Teduh.

Pria berambut ikal panjang yang biasa disapa Is itu tengah berada di Wakatobi. Di kabupaten kepulauan yang terkenal sebagai destinasi bahari di Indonesia itu, Is memenuhi undangan kegiatan sosial, sambil melakukan riset untuk kebutuhan filmnya itu.

Sejauh mana perkembangan rencana pembuatan film itu?

"Baru segini, emang orang baca?" kata Is kepada Kompas.com sambil menjentikkan jempol pada ujung kelingkingnya, Jumat (23/3/2018) malam.

Is tampak menikmati aktivitasnya di Wakatobi. Saat bertemu Kompas.com, jebolan Universitas Indonesia ini sedang makan malam di sebuah warung kaki lima. Is mengenakan kaos oblong, celana pendek.

"Mimpi aja dulu. Pelan-pelan jalan kayak gini. Ngumpulin data, ngumpulin teman-teman baru. Membuka wacana ke teman-teman, dan ngumpulin orang yang diajak kerja sama. Saya hanya punya mimpi sekarang," jelasnya.

"Kalau bisa terwujud, berarti orang-orang peduli. Kalau tidak terwujud berarti saya masih dengan mimpi saya saja. Dengan tim saya saja. Memang mimpinya adalah mengajak semua orang peduli terhadap pesisir," lanjutnya.

Di Pulau Wangi-wangi, Wakatobi, Is menyokong kegiatan pembuatan keramba dan pemberian GPS pada Nelayan. "Proyek Dompet Duafa yang melakukan pelatihan, pemberdayaan nelayan di Desa Wapiapia," kata dia.

"Saya sebagai tamu diajak untuk bisa bersama-sama mengajak orang-orang supaya bisa mengajak lagi orang-orang untuk lebih peduli pada isu-isu sosial," katanya lagi.

Baca juga : Surat Is Pusakata untuk Payung Teduh di Panggung Java Jazz 2018

Dan, tentu saja, di pulau yang terkenal dengan alam bawah lautnya itu, Is juga menyempatkan diri untuk menyelam (diving). Sayangnya, cuaca buruk sehingga keinginannya menikmati pemandangan bawah laut dan terumbu karangnya harus tertunda.

"Gagal, arus kencang banget. Turun mental, turun mental," ungkap pria yang kini punya band baru Pusakata & The Panganans itu.

Baca juga : Is Eks Payung Teduh Berencana Gelar Konser Tunggal



Rekomendasi untuk anda
25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X