Dituntut 9 Bulan Rehabilitasi, Fachri Albar Minta 6 Bulan

Kompas.com - 28/06/2018, 20:58 WIB

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa Fachri Albar meminta keringanan hukuman kepada majelis hakim atas tuntutan sembilan bulan rehabilitasi yang diajukan jaksa penuntut umum.

Hal itu disampaikan Fachri melalui nota pembelaan (pledoi) yang dibacakan penasihat hukumnya di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Kamis (28/6/2018).

"Menjatuhkan pidana pada terdakwa Fachri Albar selama 6 bulan penjara dikurangi selama terdakwa di dalam tahanan, dengan ketentuan terdakwa tidak perlu menjalani sisa pidana yang dijatuhkan, tapi terdakwa menjalani rehab di RSKO Cibubur (Jakarta Timur)," ujar Sandy Arifin, kuasa hukum Fachri dalam pembacaan pledoi.

Selain itu, Sandy meminta majelis hakim untuk menyatakan terdakwa Fachri merupakan penyalahguna narkotika golongan I untuk diri sendiri dan hanya pengguna psikotropika.

Selanjutnya, menyatakan pula Fachri terjerat Pasal 127 ayat 1 huruf a UU RI Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika (penyalahgunaan) dan melanggar Pasal 60 ayat 5 UU Nomor 35 tahun 1997 tentang psikotropika.

Atas pledoi tim penasehat Fachri, Hakim Ketua Asiadi Sembiring langsung menanyakan tanggapan jaksa penuntut umum. Jaksa Nasruddin langsung menjawab pledoi secara lisan.

"Kami menanggapi pledoi secara lisan, dan kami tetap pada tuntutan sebelumnya," ujar Nasruddin.

Atas tanggapan jaksa, Asiadi kemudian melanjutkan sidang dan meminta waktu untuk memberikan putusan sidang pada 10 Juli 2018 mendatang.

Dalam sidang tuntutan sebelumnya, Fachri dituntut 9 bulan rehabilitasi oleh jaksa penuntut umum. Fachri ditangkap pada 14 Februari 2018 pukul 07.00 WIB dikediamannya di Serenia Hills, Cirendeu, Ciputat Timur, Tangerang Selatan.

Polisi mengamankan satu bungkus klip ganja seberat 0,32 gram, satu bungkus klip sabu seberat 0,32 gram, 1 calmlet, 13 dumolid, dan alat isap sabu.

Baca juga: Ketua Majelis Hakim Berduka, Sidang fachri Albar Ditunda

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Video Pilihan

 

Konten pilihan untukmu

Rekomendasi untuk anda
26th

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar dan menangkan e-voucher untuk 90 pemenang!

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.