Hadiri Sidang, Gatot Brajamusti Diantar Ambulance dan Pakai Kursi Roda

Kompas.com - 04/07/2018, 19:50 WIB
Gatot Brajamusti menghampiri tim kuasa hukumnya setelah divonis 9 tahun penjara oleh majelis hakim untuk kasus tindakan asusila di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2018). KOMPAS.com/IRA GITAGatot Brajamusti menghampiri tim kuasa hukumnya setelah divonis 9 tahun penjara oleh majelis hakim untuk kasus tindakan asusila di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (24/4/2018).

JAKARTA, KOMPAS.com - Terdakwa Gatot Brajamusti menggunakan kursi roda dan diantar dengan mobil ambulance saat menjalani sidang beragendakan duplik untuk kasus kepemilikan senjata api ilegal dan satwa yang dilindungi di PN Jakarta Selatan, Selasa (3/7/2018) kemarin.

Hal itu diungkapkan oleh kuasa hukum Gatot, Achmad Rulyansyah, saat dihubungi pada Rabu (4/7/2018).

"Kemarin kami sidang dengan kondisi Aa Gatot yang masih duduk di kursi roda. Kami bawa Aa Gatot dari RS Pengayoman, Cipinang, Jakarta Timur itu naik ambulance. Pas tiba di Pengadilan, dia langsung disidangkan," kata Rully.

Baca juga: Tangan dan Kaki Kiri Gatot Brajamusti Tak Bisa Digerakkan

Rully mengatakan, sidang duplik tersebut berlangsung cepat lantaran Gatot  mengidap stroke ringan, yang membuatnya tak bisa berlama-lama menghadiri sidang.

Kedatangan Gatot juga atas rekomendasi dan surat pengantar dari dokter rumah sakit.

"Kemarin Aa Gatot tidak bisa menjalani persidangan dengan lama. Aa Gatot kami hadirkan didalam persidangan, karena memang di dalam KUHAP yang penting Aa Gatot masih bisa melihat dan mendengar," ujar Rully.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

Diberitakan sebelumnya, Gatot mengidap stroke ringan lantaran diduga terlalu memikirkan vonis dari majelis hakim atas kasusnya senpi dan satwa dilindungi.

Dalam kasus ini, jaksa menuntut Gatot hukuman tiga tahun penjara dan denda Rp 10 juta.

Ditambah lagi, sebelumnya Gatot divonis hukuman sembilan tahun penjara dan denda Rp 200 juta. Ia dinilai melanggar Pasal 81 Ayat 2 Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak juncto Pasal 64 Ayat 1 KUHP.

Baca juga: Kuasa Hukum: Gatot Brajamusti Kena Stroke karena Pikirkan Vonis

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Kompas.com. Mari bergabung di Grup Telegram "Kompas.com News Update", caranya klik link https://t.me/kompascomupdate, kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.



Rekomendasi untuk anda
26th

Ada hadiah voucher grab senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X
Lengkapi Profil
Lengkapi Profil

Segera lengkapi data dirimu untuk ikutan program #JernihBerkomentar.