Anang Hermansyah Tegaskan Tidak Setuju dengan Pasal 5 RUU Permusikan

Kompas.com - 04/02/2019, 18:23 WIB
Anang Hermansyah Saat ditemui usai pertemuan dengan pegiat musik untuk membahas Draft RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). KOMPAS.com/IRA GITAAnang Hermansyah Saat ditemui usai pertemuan dengan pegiat musik untuk membahas Draft RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah menegaskan bahwa dia juga tidak setuju dengan Pasal 5 dalam Rangcangan Undang Undang (RUU) Permusikan yang dinilai membatasi pelaku musik berkereasi dalam berkarya.

Hal itu dikatakan Anang saat ditemui usai mengelar pertemuan dengan ratusan pegiat musik untuk membahas draf RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

"Saya bilang, saya tidak setuju dengan Pasal 5 itu, kita pernah di PAPRI (Persatuan Artis Penyanyi Pencipta Lagu dan Pemusik Republik Indonesia) membahas itu dengan Mas Glenn (Glenn Fredly) pernah membahas itu. Saya waktu terima dari doktor Inosentius, saya langsung diskusi," kata Anang.

Baca juga: Anang Hermansyah Sebut Isi Draf RUU Permusikan Diserap dari Konferensi Musik Indonesia di Ambon

Anang langsung berdiskusi dengan Kepala Pusat Perancangan Undang Undang Badan Keahlian DPR RI, Inosentius Samsul. Mereka membahas mengenai potensi pro dan kontra pada pasal tersebut.

"Bahwa Pasal 5 akan menimbulkan kontroversi, karena saya sendiri pun enggak mau seperti itu," ucapnya.

Sebagai informasi, Pasal 5 dalam draf RUU Permusikan berisi tentang beberapa larangan bagi para musisi: dari mulai membawa budaya barat yang negatif, merendahkan harkat martabat, menistakan agama, membuat konten pornografi, hingga membuat musik provokatif.

Selain Anang, PAPPRI juga sudah mengusulkan untuk menghilangkan pasal tersebut.

"Makanya waktu itu temen-temen di PAPPRI pernah membahas untuk memberikan sandingan, apa bahasa yang tepat," ucapnya.

"PAPPRI getol untuk bilang tidak. Atau memang kita turunkan, PAPPRI bicara untuk mendrop UUD atau pasal itu, atau diubah redaksionalnya, memang kita bersama sama harus duduk," lanjut Anang.

Baca juga: Anang Hermansyah: Draf RUU Permusikan Akan Dikaji Ulang

Anang berencana akan kembali membuat pertemuan lanjutan dari permasalahan RUU Permusikan ini ke daerah-daerah lain.

"Saya juga akan ke Yogyakarta dan Bandung, itu masukkan yang akan saya bawa. Mudah-mudahan nanti bisa ke daerah lain, saya akan bawa masukan," ujar Anang.

"Kita akan terus berjalan bersama teman-teman KSI, KAMI, PAPPRI berjalan terus. Harapan dari temen-teman yang lain berikan masukan. Karena ini akan menjadi hal yang baik untuk industri musik tata kelola yang akan datang bahwa ini adalah bagian dari hal yang kita perjuangkan," imbuhnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X