Anang Hermansyah Sebut Isi Draf RUU Permusikan Diserap dari Konferensi Musik Indonesia di Ambon

Kompas.com - 04/02/2019, 18:01 WIB
Anang Hermansyah dijumpai sesudah menghadiri pertemuan dengan para pegiat musik untuk membahas draf RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019). KOMPAS.com/IRA GITAAnang Hermansyah dijumpai sesudah menghadiri pertemuan dengan para pegiat musik untuk membahas draf RUU Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

JAKARTA, KOMPAS.com -- Anggota Komisi X DPR RI Anang Hermansyah (49) bertemu dengan beberapa ratus pemusik untuk membahas draf Rangcangan Undang-undang (RUU) Permusikan di Cilandak Town Square, Jakarta Selatan, Senin (4/2/2019).

Dalam pertemuan itu Anang mengundang tim perumus draf RUU Permusikan untuk memberi penjelasan.

Kata Anang, pasal-pasal dalam draf RUU tersebut diserap dari aspirasi para pegiat musik yang hadir dalam Konferensi Musik Indonesia yang digelar di Ambon pada 9 Maret 2018.

Baca juga: Anang Hermansyah: Draf RUU Permusikan Akan Dikaji Ulang

"Tadi ada perwakilan dari badan keahlian parlemen yang hadir, yang membikin undang-undang. (Dari) Badan keahlian tadi, Doktor Inosentius Samsul, hadir dan menjelaskan bahwa dia yang bertanggung jawab," tuturnya ketika ditemui sesudah pertemuan.

"Dia yang merumuskan, dari mana? Dari masukan, dari kita pernah bikin konferensi musik di Ambon. Saya lupa, 9 Maret 2018, di situ ada 12 poin yang disampaikan dari hasil diskusi yang luar biasa. Waktu itu Glenn (Glenn Fredly) menyampaikan itu ke DPR. Itu juga adalah yang dimasukkan ke dalam Rancangan Undang-undang," sambungnya.

Baca juga: Sejumlah Musisi Cecar Anang Hermansyah soal RUU Permusikan

Draf RUU Permusikan mendapat penolakan dari 262 pelaku industri musik Indonesia. Sejumlah dari mereka hadir dalam pertemuan itu dan mengungkapkan kegelisahan mereka terkait isi draf RUU tersebut. 

Anang Hermansyah menuturkan bahwa masukan dari mereka yang menolak draf RUU Permusikan akan dikaji dan menjadi bahan pertimbangan.

Baca juga: Koalisi Nasional Tolak RUU Permusikan: 19 Pasal Bisa Menghambat Proses Berkarya

"Ada koalisi tolak undang undang, yang mengeluarkan pernyataan menolak apa pun Undang-undang Permusikan, tetapi masukannya yang sangat positif itu pun akan kami kaji," tuturnya.

"Jadi, saya bilang bahwa saya senang sekali, masukan tadi luar biasa. Terima kasih buat teman-teman semua yang hadir mengeluarkan pemikiran-pemikiran baiknya," imbuhnya.



25th

Tulis komentar dengan menyertakan tagar #JernihBerkomentar dan #MelihatHarapan di kolom komentar artikel Kompas.com. Menangkan E-Voucher senilai Jutaan Rupiah dan 1 unit Smartphone.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.

Terkini Lainnya

Goenawan Mohamad tentang Gandari, 'Tempo', dan Don Quixote

Goenawan Mohamad tentang Gandari, "Tempo", dan Don Quixote

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Coming Home with Leila Chudori: Dokter Aru tentang Maharaja Segala Penyakit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Coming Home with Leila Chudori: Menjadi Penyair, Membaca Syair Warih Wisatsana

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Coming Home with Leila Chudori: Seno Gumira Ajidarma Membahas Raka Ibrahim

Budaya
Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Coming Home with Leila Chudori Feat. Petty Fatimah: Seorang Sherlock Holmes dari Hong Kong

Budaya
In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

In Memoriam Sapardi Djoko Damono: Sihir Hujan Kata-kata

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Coming Home with Leila Chudori: Robertus Robet, Orwellian dan Kerapuhan dalam Demokrasi

Budaya
Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

Waiting for the Barbarians Rilis: Tak Perlu ke Bioskop, Sekarang Zamannya Nonton Streaming

BrandzView
Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

Musikal di Rumah Aja, Ketika Cerita Rakyat, Musik, dan Film Jadi Satu dalam Panggung Virtual

BrandzView
Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Basri Menyapa Seri 4: Dialog Diri-Lukisan Alfi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Coming Home with Leila Chudori: Menyusuri Pelosok Dunia Bersama Famega dan Sigit

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Coming Home with Leila Chudori: Rocky Gerung Mengupas Gabo

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam 'Sang Keris'

Coming Home with Leila Chudori: Adinia Wirasti Menggenggam "Sang Keris"

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Coming Home with Leila Chudori: Budiman Sudjatmiko, Gwang Ju dan Anak-anak Revolusi

Budaya
Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Coming Home with Leila Chudori: Mira Lesmana dan Budiman Sudjatmiko Berkata tentang Arief Budiman

Budaya
komentar di artikel lainnya
Close Ads X