Bekraf Pamit, Angga Dwimas Sasongko: Saya Enggak Terima

Kompas.com - 23/10/2019, 17:49 WIB
Angga Dwimas Sasongko menghadiri screening film Wonderful Life, di Senayan City, Jalan Asia Afrika, Senin (10/10/2016). KOMPAS.com/TRI SUSANTO SETIAWANAngga Dwimas Sasongko menghadiri screening film Wonderful Life, di Senayan City, Jalan Asia Afrika, Senin (10/10/2016).

JAKARTA, KOMPAS.com - Kembalinya sektor ekonomi kreatif ke Kementerian Pariwisata menimbulkan pro dan kontra. Sejumlah pelaku seni Tanah Air melayangkan protes terkait itu.

Diketahui, ekonomi kreatif selama ini dibawahi oleh Kementerian Pariwisata. Saat kepemimpinan Presiden Jokowi periode sebelumnya, sektor itu lalu dipisah dan dibuatkan lembaga sendiri.

Kini, dalam kabinet yang baru, ekonomi kreatif dikembalikan dan berbentuk Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif yang dipimpin Wishnutama.

Baca juga: Angga Dwimas Sasongko: Hari Ini Ananda Badudu dan Dandhy Laksono, Besok Bisa Jadi Kita

Salah satu yang menyuarakan protesnya adalah sutradara Angga Dwimas Sasongko.

"Saya ga terima. Kerja dan legacy Bekraf selama ini harusnya diberikan wewenang lebih dalam administrasi baru," tulisnya di akun Twitter @anggasaongko, seperti dikutip Kompas.com, Rabu (23/10/2019).

Pernyataan sutradara film Filosofi Kopi tersebut menjawab ucapan pamit dari pihak Bekraf.

Baca juga: Filosofi Kopi Angga Sasongko dan Fenomena Dream Maker Kontemporer

"Resmi sudah, kami berganti. Mohon pamit menonaktifkan akun ini, hingga pemberitahuan lebih lanjut. Mohon maaf atas segala kesalahan dan kekurangan dan terima kasih atas segala perhatiannya selama ini. #BekrafPamit," tulis akun Twitter resmi Bekraf.

Namun, Angga tak terima karena merasa kerja pimpinan hingga staf Bekraf selama ini sudah patut untuk diapresiasi dan perlu ditingkatkan.

"Kepada para pekerja di Bekraf, dari Pak Kepala hingga penjaga gedung, saya kirim hormat dan terima kasih," tulis Angga.

Baca juga: Angga Sasongko: Pak Jokowi, Pemerintahan Anda Sedang Mencuri Masa Depan Jan Ethes dan Anak Indonesia

Caranya, menurut Angga, sektor ekonomi kreatif dibuatkan kementerian sendiri dibawah Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian (Kemenko Perekonomian).

"Indonesia harus bergerak ke fundamental ekonomi baru, seperti IP dan konten. Supaya gak melulu bergantung sama sawit dan tambang," tulis Angga.

"Lah ini, Ekraf di bawah koordinasi Menko Maritim dan Investasi. Ga nyambung blas!" tambahnya.

Baca juga: [POPULER ENTERTAINMENT] Mulan Jameela dan 13 Artis di DPR | Angga Sasongko Kritik Jokowi

Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X