Ernest Tak Rela Bayar Pajak untuk Lem Aibon hingga Tompi Ajak Anies Baswedan Berdiskusi

Kompas.com - 01/11/2019, 12:00 WIB
Tompi dan Anies Baswedan. InstagramTompi dan Anies Baswedan.
|

JAKARTA, KOMPAS.com - Pemprov DKI Jakarta tengah menjadi perbincangan setelah ditemukan anggaran ganjil dalam dokumen APBD 2020.

Salah satunya adalah anggaran sebesar Rp 82 milliar dalam Kebijakan Umum Anggaran Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) 2020 untuk pembelian lem aica aibon.

Beberapa artis pun ikut berkomentar mengenai kejadiaan tersebut.

Salah satunya komika dan sutradara Ernest Prakasa.

Baca juga: Ernest Prakasa: Enggak Rela Pajak Gue Buat Beli Lem Aibon Rp 80 Miliar

Bapak dua anak ini mengaku tidak rela bila pajak yang selama ini dibayarkan digunakan untuk hal yang tidak masuk akal.

"Ya sebagai warga negara yang taat pajak, tentu gua enggak mau dong pajak gua dipakai buat beli lem aibon Rp 80 miliar," kata Ernest saat dihubungi Kompas.com melalui sambungan telepon, Kamis (31/10/2019).

Ernest juga menyoroti tentang respon Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengenai permasalahan tersebut.

Ernest berpendapat sebagai seorang pemimpin, seharusnya Anies tidak melemparkan masalah kepada bawahannya.

Baca juga: PSI Soroti Anggaran Fantastis DKI, Ernest: Suara Gue Enggak Sia-sia

Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan sudah memberikan tanggapan mengenai kritikan soal penyusunan aggaran tersebut.

“Ya sebenarnya itu yang saya panggil minggu lalu. Saya tidak umumkan karena memang itu review internal, ini ada problem sistem yaitu sistem digital tetapi tidak smart,” tanggapan Anies saat ditemui di Balai Kota, Rabu (30/10/2019).

Halaman:
Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar di artikel ini! *S&K berlaku


Dapatkan Smartphone dan Voucher Belanja dengan #JernihBerkomentar dibawah ini! *S&K berlaku
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X