Slank Tawarkan Rehabilitasi Tanpa Obat Penghilang Rasa Sakit - Kompas.com

Slank Tawarkan Rehabilitasi Tanpa Obat Penghilang Rasa Sakit

Dian Reinis Kumampung
Kompas.com - 19/06/2017, 16:47 WIB
KOMPAS.com/DIAN REINIS KUMAMPUNG Band Slank mengadakan kegiatan sahur bersama para eks-pengguna narkoba dari Komunitas Cukup Gue, di markas Slank, Jalan Potlot III, Duren Tiga, Pancoran, Jakarta Selatan, pada Senin (19/6/2017)

JAKARTA, KOMPAS.com -- Band Slank, yang sebagian personelnya pernah menjadi pengguna narkoba, mengajak sebanyak mungkin orang yang masih menggunakan narkoba untuk meninggalkan narkoba dengan bergabung dalam Komunitas Cukup Gue.

Dalam komunitas tersebut, para pengguna akan direhabilitasi tanpa obat penghilang rasa sakit.

"Drugs itu obat ya, entah itu amphetamin atau heroin. Nah, kalau diganti obat (lain), itu kan bisa bikin ketagihan juga. Kalau di tempat kami, berhenti total. Pasang badan, kalau sakit, dinikmati," ujar Bimbim dalam acara Doa Bersama Untuk Indonesia bersama Komunitas Cukup Gue & Slank, Kementerian Sosial, dan BNN di markas Slank, Jalan Potlot, Pancoran, Jakarta Selatan, Senin (19/6/2017) subuh.

Baca juga: Bimbim Slank Idamkan Pulau Pribadi untuk Eks-pengguna Narkoba

Bimbim mengatakan bahwa rasa sakit ketika sakaw (sedang ketagihan tetapi tak bisa mengonsumsi narkoba) itu bisa membuat kapok para pengguna narkoba.

"Oh ya, Slank waktu itu menderita, sakit, kapok. Melewati 10 hari itu ngerasa enggak mau lagi dan sakit banget. Alhamdulillah cara itu ternyata buat orang kapok (untuk menggunakan narkoba lagi)," kisahnya.

Baca juga:Slank Sahur Bareng Komunitas Eks-pengguna Narkoba

Demi memberi perhatian maksimal kepada mereka yang ketagihan narkoba, Bimbim tidak membuat dulu tempat-tempat rehabilitasi yang lain.

"Banyak yang bilang untuk buka di beberapa tempat. Tapi, untuk merehab, orang butuh dirangkul. Kami enggak punya cukup tangan untuk merangkul," ucapnya.

"Kami, satu ini aja sudah cukup berat. Perhatiannya harus benar-benar, karena risikonya banyak, dia bisa bunuh diri, bisa HIV," terangnya.

Baca juga: Ridho: Masa Kejayaan Slank Saat Mereka Lepas dari Narkoba

PenulisDian Reinis Kumampung
EditorAti Kamil
Komentar
Close Ads X