Gatot Brajamusti Sakit, Sidang Beragenda Pemeriksaan Saksi Ditunda

Kompas.com - 14/11/2017, 16:49 WIB
Gatot Brajamusti dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2017). KOMPAS.com/Tri Susanto SetiawanGatot Brajamusti dalam sidang di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (7/11/2017).
|
EditorKistyarini

JAKARTA, KOMPAS.com - Majelis hakim menunda sidang perkara kepemilikan senjata api ilegal da satwa liar dengan terdakwa Gatot Brajamusti di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Selasa (14/11/2017).

Sidang beragenda pemeriksaan saksi itu ditunda karena Gatot sakit.

"Terdakwa tidak bisa hadir karena sakit. Karena terdakwa tidak bisa dihadapkan ke sidang, jadi ditunda hari Selasa 21 November 2017," ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hadiman.

Kuasa hukum Gatot, Achmad Rifai, membenarkan bahwa kliennya sedang sakit. Menurut Rifai, Gatot mengalami sakit kepala sejak kemarin.

"Vertigo, ketahuannya baru kemarin sih. Kebetulan juga tensi darahnya 190/80 ya, terus kadar gulanya sampai 500. Jadi tidak memungkinkan untuk dilanjutkan proses sidang. Tentu nanti menunggu sampai sehat dulu baru dilanjutkan," ucapnya.

[Baca juga : Senjata Api Milik Gatot Brajamusti Diperlihatkan dalam Persidangan]

Ada pun pada sidang pemeriksaan saksi pekan lalu, JPU menghadirkan dua saksi dari Diskrimsus Polda Metro Jaya. Dalam sidang itu, JPU juga memperlihatkan barang bukti senjata api ilegal kepada Majelis Hakim.

Dapatkan informasi, inspirasi dan insight di email kamu.
Daftarkan email

[Baca juga : Nadine Chandrawinata Akan Jadi Saksi Kasus Senpi Gatot Brajamusti]

Barang itu disita dari kediaman Gatot yang terletak di Jalan Niaga Hijau X Nomor 6, Pondok Indah, Jakarta Selatan.



Rekomendasi untuk anda
25th

Ada hadiah uang elektronik senilai total Rp 6.000.000 dan 1 unit smartphone.

Tulis komentarmu dengan tagar #JernihBerkomentar.

Syarat & Ketentuan
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE
Laporkan Komentar
Terima kasih. Kami sudah menerima laporan Anda. Kami akan menghapus komentar yang bertentangan dengan Panduan Komunitas dan UU ITE.
komentar di artikel lainnya
Close Ads X